Pemanfaatan Video Animasi “Moraka” dalam Mengembangkan Empati Siswa Sekolah Dasar
Ulasan Ilmiah
Empati merupakan salah satu aspek penting dalam perkembangan sosial dan moral anak, khususnya pada jenjang sekolah dasar. Kemampuan memahami perasaan orang lain tidak hanya membantu anak dalam membangun hubungan sosial yang harmonis, tetapi juga menjadi dasar dalam pembentukan karakter yang baik. Namun, dalam praktiknya, masih banyak ditemukan rendahnya tingkat empati pada siswa, yang ditandai dengan perilaku acuh tak acuh, kurang peduli terhadap teman, hingga munculnya tindakan seperti perundungan. Oleh karena itu, diperlukan inovasi dalam pembelajaran yang mampu menanamkan nilai empati secara efektif sejak dini. Artikel berjudul “Enhancing Elementary Students’ Empathetic Awareness through the ‘Moraka’ Candi Jiwa Animated Video” karya Sinta Maria Dewi dan tim peneliti (2025) yang diterbitkan dalam jurnal Mimbar PGSD Undiksha mengkaji pengembangan media pembelajaran berbasis video animasi untuk meningkatkan kesadaran empatik siswa sekolah dasar.
Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model Borg & Gall yang meliputi tahap studi pendahuluan, pengembangan media, dan evaluasi. Subjek penelitian adalah siswa kelas V sekolah dasar. Pengumpulan data dilakukan melalui validasi ahli, observasi, wawancara, serta tes pretest dan posttest untuk mengukur tingkat empati siswa sebelum dan sesudah penggunaan media. Media yang dikembangkan berupa video animasi “Moraka” yang mengangkat cerita lokal dari Candi Jiwa di Karawang sebagai sarana pembelajaran berbasis nilai budaya. Pendekatan ini tidak hanya menekankan aspek kognitif, tetapi juga aspek afektif siswa melalui cerita dan visual yang menarik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa media animasi yang dikembangkan memiliki tingkat kelayakan yang sangat baik berdasarkan penilaian para ahli, baik dari segi isi, bahasa, visualisasi, maupun integrasi nilai karakter. Selain itu, uji efektivitas menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kesadaran empatik siswa, yang ditunjukkan oleh hasil pretest dan posttest yang meningkat serta nilai signifikansi yang memenuhi kriteria statistik. Hal ini membuktikan bahwa penggunaan media video animasi berbasis cerita lokal mampu membantu siswa memahami konsep empati secara lebih konkret dan bermakna.
Media animasi “Moraka” bekerja dengan menggabungkan unsur visual, narasi, dan nilai budaya sehingga mampu menarik perhatian siswa sekaligus menyampaikan pesan moral secara efektif. Melalui tokoh dan alur cerita yang dekat dengan kehidupan siswa, mereka dapat belajar memahami perasaan orang lain, mengembangkan sikap peduli, serta meningkatkan kemampuan bersosialisasi. Pendekatan ini sejalan dengan teori perkembangan kognitif anak yang menyatakan bahwa siswa usia sekolah dasar lebih mudah memahami konsep abstrak melalui media konkret dan kontekstual.
Meskipun demikian, penelitian ini juga memiliki beberapa keterbatasan. Pengujian media masih dilakukan dalam skala terbatas sehingga belum mewakili kondisi yang lebih luas. Selain itu, pengembangan media hanya berfokus pada satu konteks budaya, yaitu Candi Jiwa, sehingga belum mencakup keberagaman budaya lain di Indonesia. Oleh karena itu, diperlukan penelitian lanjutan yang menguji efektivitas media serupa pada berbagai daerah serta dalam jangka waktu yang lebih panjang untuk melihat dampak berkelanjutan terhadap perkembangan empati siswa.
Dalam konteks pendidikan, penelitian ini menegaskan pentingnya penggunaan media pembelajaran yang inovatif dan kontekstual dalam membangun karakter siswa. Integrasi nilai budaya lokal dalam media digital tidak hanya memperkaya pengalaman belajar, tetapi juga membantu melestarikan budaya sekaligus menanamkan nilai moral kepada generasi muda. Guru tidak lagi hanya berperan sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai fasilitator yang mampu menghadirkan pembelajaran yang bermakna dan menyentuh aspek emosional siswa.
Secara konseptual, artikel ini menunjukkan bahwa pengembangan empati pada anak dapat dilakukan secara efektif melalui pendekatan visual dan naratif yang menarik. Media animasi berbasis cerita lokal menjadi alternatif solusi dalam pendidikan karakter yang tidak hanya fokus pada aspek pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan sikap dan perilaku.
Dari sisi akademik, penelitian ini memberikan kontribusi yang signifikan dalam pengembangan media pembelajaran berbasis karakter di sekolah dasar. Hasil penelitian ini dapat menjadi referensi bagi pendidik, peneliti, maupun pengembang media dalam merancang pembelajaran yang lebih inovatif, kontekstual, dan berorientasi pada pengembangan karakter siswa. Selain itu, penelitian ini juga membuka peluang untuk pengembangan media serupa dengan mengangkat kearifan lokal dari berbagai daerah di Indonesia guna memperkuat pendidikan karakter secara lebih luas dan berkelanjutan.
Deskripsi Artikel Asli
Informasi Sumber Eksternal
Identitas Pengulas (Kontributor)
Informasi Tambahan
Review
Write a ReviewThere are no reviews yet.
